Respons cepat ditunjukkan pemerintah pusat menyusul peristiwa runtuhan tebing yang mengganggu akses jalan di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung ke lokasi pada Jumat (6/2) untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif serta akses masyarakat tetap terjaga melalui dua jalur alternatif yang telah disiapkan.

"Menteri Dody menekankan pentingnya menjaga kondisi jalur alternatif pertama agar tidak mengalami kerusakan lanjutan, mengingat jalur tersebut menjadi akses vital mobilitas warga."

Kementerian PU mencatat terdapat dua jalur detour di sekitar lokasi terdampak dengan rincian teknis sebagai berikut:

Jalur Detour I ± 1,2 Kilometer (Akses Vital)
Jalur Detour II ± 5,2 Kilometer
Pelaksana BPJN Aceh (Ditjen Bina Marga)

Secara teknis, langkah yang ditempuh meliputi pengendalian aliran sungai agar tidak melimpas ke area longsoran, penanganan Sungai Pasangan, serta penutupan dan penguatan area gua yang terindikasi menjadi jalur masuknya air ke bawah badan jalan detour. Pemerintah memastikan proses penanganan dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan stabilitas struktur di sekitar lokasi.





Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa infrastruktur di wilayah perbukitan dan bercurah hujan tinggi memerlukan pengawasan serta mitigasi berkelanjutan. Tidak hanya respons cepat saat bencana terjadi, tetapi juga penguatan sistem drainase, pemetaan titik rawan, hingga perencanaan jangka panjang menjadi kunci agar akses vital masyarakat tidak mudah terputus ketika alam menunjukkan kuasanya.