Sumber: Adpimprov Kaltim | Samarinda
Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru dan pengajar melalui program insentif tenaga pendidik.
Pembagian merata di wilayah Kaltim
Tahun ini, sebanyak 26.975 Guru di Kalimantan Timur Terima Insentif 2026, Diantaranya di wilayah Samarinda 4,454 orang, Bontang 2,198 orang, Kutai Timur 2,928 orang, Paser 1,994 orang, Kutai Barat 568 orang, Kutai Kertanegara 5,255 orang, PPU 1,884 orang, Berau 1,541 orang Mahakam Ulu 419 orang
26.975 guru TK, SD, MI, SMP, MTs, serta ustaz dan ustazah pondok pesantren di seluruh Kalimantan Timur ditargetkan menerima insentif tersebut.
Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud menegaskan pemberian insentif merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk berbagi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya tenaga pendidik di sekolah maupun pondok pesantren.
“Meski pada 2026 anggaran APBD jauh dari harapan, kita tidak bisa diam dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Pemprov Kaltim yakin dukungan ini akan membuat masyarakat merasa tenang dan bahagia,” ujarnya saat menerima Direksi Tribun Kaltim di Ruang Kerja Gubernur, Kamis kemarin.
Menurutnya, pendidikan adalah kunci utama kesuksesan suatu daerah. Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan tenaga pendidik juga harus menjadi perhatian. Program insentif yang sudah dijalankan sejak 2025 ini dilanjutkan pada 2026 dengan harapan tepat sasaran. Gubernur meminta organisasi perangkat daerah terkait melakukan verifikasi ketat terhadap calon penerima agar tidak terjadi pemberian kepada guru yang sudah tidak aktif.
"Semoga ini menjadi hal yang baik dan dapat lebih mensejahterakan kami para guru. Sangat bahagia sekali, semoga bantuan ini dapat berlanjut terus kedepannya," ungkap Arbayah, Kepala MI Al-Muna Samarinda dengan haru.
Selama kepemimpinan Rudy–Seno, besaran insentif ditetapkan Rp 500 ribu per orang per bulan dan disalurkan selama enam bulan. Pencairan dilakukan setiap tiga bulan sekali, sehingga setiap penerima memperoleh Rp 1,5 juta per tahap. Selain guru, Pemprov Kaltim juga melanjutkan insentif bagi 5.710 penjaga rumah ibadah pada tahun ini.
Program insentif guru 2026 di Kalimantan Timur menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Dengan total puluhan ribu penerima, kebijakan ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul di masa depan..
Simak juga berita ini di laman:
0 Komentar