Pelatihan Mocaf Dorong Kemandirian Pangan Lokal
Balikpapan — Upaya mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu mulai didorong secara lebih serius di tingkat masyarakat sebagai bagian dari penguatan kemandirian pangan lokal. Salah satu langkah nyata dilakukan oleh Universitas Mulia yang menggelar pelatihan pengolahan tepung mocaf atau Modified Cassava Flour bagi warga Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, pada Kamis 16 April 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi bahan pangan lokal secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di aula kelurahan tersebut diikuti sekitar 65 peserta yang sebagian besar merupakan ibu-ibu PKK dan kader lingkungan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga sesi akhir, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap inovasi pangan berbasis singkong. Pelatihan ini menghadirkan dosen Farmasi Universitas Mulia, Wury Damayantie, S.Farm., M.Farm., sebagai pemateri utama, yang didampingi oleh Dr. Siti Rahmayuni, S.E., M.M., C.FA. Selain itu, Lurah Karang Joang, Maryana, S.K.H., turut hadir memberikan dukungan serta apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi warga.
Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis semata, tetapi juga mengangkat persoalan yang lebih luas terkait tingginya konsumsi tepung terigu di Indonesia yang masih bergantung pada impor gandum dari luar negeri. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi ketahanan pangan nasional. Di sisi lain, situasi tersebut juga membuka peluang besar bagi pengembangan bahan pangan lokal yang sebenarnya melimpah dan mudah diperoleh di berbagai daerah.
Wury menyampaikan bahwa singkong sebagai salah satu komoditas lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan substitusi tepung terigu. Ia menjelaskan bahwa produksi singkong nasional yang mencapai puluhan juta ton setiap tahun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal untuk produk bernilai tambah. Oleh kerana itu, pengolahan singkong menjadi mocaf dapat menjadi solusi strategis yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.
Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan secara langsung pada proses pembuatan mocaf mulai dari pemilihan bahan baku, tahap pengolahan, hingga proses fermentasi yang menjadi kunci utama kualitas produk. Wury menegaskan bahwa keberhasilan menghasilkan mocaf yang baik sangat dipengaruhi oleh ketepatan durasi fermentasi serta metode yang digunakan. Penjelasan ini membantu peserta memahami bahwa proses produksi tidak bisa dilakukan secara asal, melainkan membutuhkan ketelitian dan konsistensi agar hasilnya layak konsumsi dan memiliki nilai jual.
Dari sisi karakteristik, mocaf memiliki tekstur yang lebih halus, rasa yang cenderung netral, serta tidak mengandung gluten. Keunggulan ini membuat mocaf memiliki potensi besar untuk digunakan dalam berbagai jenis olahan makanan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sebagai bahan baku usaha kecil dan menengah. Dengan kreativitas yang tepat, mocaf dapat diolah menjadi aneka produk seperti kue, roti, dan makanan ringan yang memiliki daya saing di pasaran.
Interaksi peserta selama kegiatan berlangsung menjadi salah satu indikator keberhasilan pelatihan ini. Diskusi yang terjadi berkembang secara aktif, mulai dari pertanyaan mengenai teknik produksi sederhana, standar kualitas hasil yang aman dikonsumsi, hingga peluang usaha yang dapat dikembangkan dari produk mocaf. Hal ini menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mulai memikirkan penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi pihak kelurahan, kegiatan ini memiliki nilai strategis yang tidak hanya berkaitan dengan konsumsi pangan, tetapi juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan singkong sebagai bahan baku lokal dinilai mampu membuka peluang usaha baru yang dapat menambah pendapatan rumah tangga. Selain itu, kegiatan seperti ini juga dapat mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada produk impor.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Universitas Mulia yang berfokus pada transfer pengetahuan yang aplikatif dan mudah diterapkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara langsung. Antusiasme peserta yang tetap berdiskusi secara informal setelah kegiatan utama berakhir menjadi bukti bahwa materi yang disampaikan benar benar relevan dengan kebutuhan mereka.
Di tengah tantangan ketergantungan terhadap impor pangan, pendekatan berbasis potensi lokal seperti pengolahan mocaf menjadi langkah yang sangat penting. Jika kegiatan serupa terus dilakukan dan mampu diterapkan secara konsisten oleh masyarakat, maka dampaknya dapat meluas tidak hanya pada ketahanan pangan, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Langkah kecil yang dimulai dari tingkat masyarakat ini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi gerakan bersama dalam membangun kemandirian pangan nasional.
( Aryo )
Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Mulia Tahun Akademik 2026/2027 Resmi Dibuka Gelombang Pertama Mulai Tanggal 1 Februari - 31 Maret 2026 | Free Biaya Gedung, Free Biaya SKS, dan UKT GRATISPOL KALTIM. Segera Daftarkan Diri Anda Hubungi Nomor 0811 599 123 (Admin UM).
keren nih
BalasHapus