Gambar
Loading...
Selamat datang di website kami, semoga Anda mendapatkan informasi yang bermanfaat dan pengalaman terbaik bersama layanan kami.


Wagub Kaltim Ajak Masyarakat Cinta Rupiah dan Terapkan Prinsip 5J Jelang Ramadan 2026

Wagub Kaltim Seno Aji mengajak masyarakat mencintai rupiah
Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Seno Aji saat membuka Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 di Kantor Bank Indonesia Kaltim. (Foto: Dokpim setda.kaltimprov.go.id)
KOTAPEDIA • Samarinda • Februari 2026

SAMARINDA — Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Seno Aji mengajak masyarakat untuk semakin mencintai, bangga, dan memahami rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Ajakan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kampanye Bank Indonesia dalam menjaga kualitas dan keaslian mata uang rupiah.

Menurut Seno Aji, merawat rupiah bukan hanya soal menjaga fisik uang, tetapi juga wujud nyata rasa cinta dan penghargaan terhadap simbol negara. Karena itu, masyarakat diimbau menerapkan prinsip 5J dalam memperlakukan uang rupiah.

Kelima prinsip tersebut, yakni jangan dilipat karena dapat merusak serat uang dan membuatnya mudah robek; jangan dicoret karena dapat menyulitkan identifikasi keaslian serta merusak desain; jangan distapler karena dapat membuat lubang dan merusak fisik uang; jangan diremas karena membuat uang berkerut dan tidak rapi; serta jangan dibasahi karena cairan dapat membuat uang luntur dan cepat rusak.

Selain prinsip 5J, masyarakat juga diingatkan memahami metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) guna menghindari peredaran uang palsu. Melalui cara tersebut, masyarakat dapat mengenali ciri-ciri keaslian rupiah dengan lebih mudah dan tepat.

“Merawat rupiah adalah bagian dari cinta, bangga, dan paham rupiah. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau Bank Indonesia, tetapi juga seluruh masyarakat,” tegas Wagub Seno Aji saat membuka Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 di Kantor Bank Indonesia Kaltim beberapa hari lalu.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Jajang Hermawan menjelaskan, dalam menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2026, kebutuhan uang kartal akan meningkat.

Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim memproyeksikan kebutuhan uang tunai sebesar Rp2,18 triliun, meningkat sekitar 19,13 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan realisasi SERAMBI 2025.

“Layanan penukaran uang akan dilakukan bersama seluruh perbankan di tujuh kabupaten/kota di wilayah kerja Kantor Perwakilan BI Kaltim. Sementara tiga wilayah kerja lainnya dilayani Kantor BI Balikpapan dan dapat diakses melalui situs Pintar mulai 18 Februari hingga 15 Maret 2026. Kantor BI Kaltim juga membuka layanan penukaran ritel di sejumlah masjid di Samarinda, layanan antarperbankan, serta di 35 kantor bank di Samarinda,” papar Jajang Hermawan.

(mar/her/adpimprovkaltim)

#kaltimsuksesmenujugenerasiemas #gratispol #jospol #PemprovKTFeb26 #minKT2

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama