Gambar
Loading...
Selamat datang di website kami, semoga Anda mendapatkan informasi yang bermanfaat dan pengalaman terbaik bersama layanan kami.


Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan H. Yono Suherman Dorong Penyelesaian Masalah Infrastruktur dan Pelayanan Publik, Serap Aspirasi Warga BDS 1

Serap Aspirasi Warga BDS 1, DPRD Kota Balikpapan H. Yono Suherman Dorong Penyelesaian Masalah Infrastruktur dan Pelayanan Publik


BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan H. Yono Suherman, S.T., S.H. menggelar Dialog Warga bersama masyarakat di Perumahan BDS 1 RT 32, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan, Rabu malam (29/7/'26) Mengusung tema "Peningkatan Kualitas Infrastruktur Jalan, Drainase, dan Kawasan Permukiman Berbasis Partisipasi Masyarakat", kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 warga dari RT 31, RT 32, dan RT 33.

Dialog warga, H. Yono Suherman,S.T.,S.H. fotò bersama warga di dampingi Ketua RT 32 Muslimin Amin kel. gn bahagia kec. balikpapan selatan


Dialog yang berlangsung di area Perumahan BDS 1 itu menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari kondisi jalan lingkungan, drainase, banjir, penerangan jalan umum (PJU), pelayanan air bersih, kelistrikan, hingga persoalan fasilitas umum (fasum).


Dalam sambutannya, Ketua RT 32 menyampaikan bahwa terdapat 10 agenda pembahasan yang akan didiskusikan bersama warga sesuai tema yang diusung pada malam itu.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Manager Unit PLN Balikpapan Selatan Langgeng Asrama, Supervisor Customer Service Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Surya Hadi Prabowo, Ketua RT 31, Ketua RT 33, serta tokoh masyarakat setempat.


Mengawali sambutannya, H. Yono Suherman mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengundang Camat, Lurah, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun hingga dialog dimulai, para undangan tersebut belum hadir.
Ket: 
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, H. Yono Suherman, S.T.,S.H, di apit Ketua RT. 32 Perum BDS 1 Kel. Damai Bahagia, Muslimin Amin, S.T.



"Sebenarnya Camat, Lurah, dan beberapa OPD sudah kita undang, tapi sampai acara berlangsung belum hadir. Nanti kita omelin Camat dan Lurah," ujar Yono sambil berkelakar.


Candaan tersebut langsung disambut gelak tawa dan tepuk tangan dari warga yang memenuhi lokasi kegiatan.


Suasana kemudian kembali serius ketika Yono menegaskan bahwa tujuan utama dialog adalah mendengarkan persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.


"Ini momentum masyarakat. Saya ingin mengetahui apa saja keluhan warga di sekitar perumahan ini. Bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga persoalan lain yang benar-benar dirasakan warga. Bahkan developer dan pihak yang berkaitan dengan persoalan perbankan juga kami undang agar jika ada masalah bisa kita carikan jalan keluarnya bersama."


Yono menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, dirinya memiliki tiga tugas utama dalam setiap kegiatan serap aspirasi.


"Tugas saya hari ini hanya tiga, yaitu mencatat, mendengarkan, dan memperjuangkan aspirasi warga."


Menurutnya, sekitar 71 persen wilayah Balikpapan Selatan merupakan kawasan perumahan, dan sebagian besar masih menghadapi persoalan infrastruktur dasar.


"Kalau nanti Perumahan BDS 1 sudah diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota Balikpapan, maka pemerintah akan lebih mudah memberikan bantuan pembangunan. Karena itu saya berharap Ketua RT aktif menyampaikan usulan. Tidak mungkin ada orang kaya yang datang membangun PJU atau memperbaiki jalan lingkungan secara pribadi. Sebagian besar pembangunan merupakan kewenangan pemerintah daerah, sedangkan DPRD bertugas mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat," jelasnya.


PLN Siap Mendukung Kebutuhan Warga


Manager Unit PLN Balikpapan Selatan, Langgeng Asrama, menyatakan pihaknya siap mendukung berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah kerjanya.


"Wilayah kerja kami mencakup lima kecamatan, termasuk BDS 1. Apa pun yang bisa kami support demi kemajuan warga Kota Balikpapan, tentu akan kami dukung," katanya.


Warga Keluhkan Banjir dan Ancaman Berkurangnya Fasum


Memasuki sesi dialog, Ketua RT 31 Dewarsono menyampaikan bahwa wilayahnya merupakan kawasan yang paling sering terdampak banjir.


Ia mengungkapkan kekhawatiran warga terhadap rencana pemanfaatan lahan fasilitas umum yang selama ini berfungsi sebagai bendali atau kolam pengendali banjir.


"Kami berharap bendali tetap dipertahankan karena berfungsi menahan debit air saat hujan deras. Kami juga berharap dapat dibangun bozem agar banjir bisa berkurang. Selain itu, kami memohon bantuan pembangunan drainase karena wilayah RT 31 menerima limpasan air dari RT 32," ujarnya.


Ia juga menyampaikan bahwa penerangan jalan umum di lingkungannya dibangun secara swadaya menggunakan dana masyarakat.


"Kami memiliki daya listrik yang belum dimanfaatkan sekitar 4.000 watt. Akhirnya PJU kami bangun menggunakan dana warga dan Alhamdulillah sekarang lingkungan sudah lebih terang."


Warga Blok C Keluhkan Distribusi Air Bersih


Keluhan lain disampaikan Sukimin, warga Blok C3 Nomor 1, terkait pelayanan air bersih.


Menurutnya, distribusi air di wilayahnya sering terhenti selama beberapa hari dan baru kembali mengalir pada dini hari.


"Kalau air mati, kami bisa menunggu sampai tiga hari baru mengalir lagi. Itupun biasanya sekitar pukul dua dini hari. Keluhan ini sudah lama terjadi, terutama di Blok C. Bahkan warga sempat berencana melakukan aksi demonstrasi," ungkapnya.


Persoalan Trafo dan Jalan Rusak


Sementara itu, Kristopher Simanjuntak, warga RT 32, menyoroti persoalan kelistrikan di Perumahan BDS 1.

Ia mempertanyakan penggunaan trafo bergerak (mobile transformer) yang hingga kini masih digunakan, padahal gangguan listrik masih sering terjadi.


"Trafo sudah tiga kali terbakar dan listrik sering hidup-mati. Mengapa belum diganti dengan trafo permanen? Selain itu kami juga berharap jalan utama segera diaspal karena sudah beberapa kali kami usulkan tetapi belum terealisasi."


DPRD Pastikan Fasum Tidak Berubah Menjadi Ruko


Menanggapi aspirasi warga, Yono Suherman menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP), lahan yang dipersoalkan warga tetap berstatus fasilitas umum.


"Hasil RDP menjelaskan bahwa lokasi tersebut diperuntukkan sebagai saluran dan pengendali banjir, bukan untuk pembangunan ruko."


Ia meminta Ketua RT segera mengajukan surat usulan pembangunan bozem beserta dokumen penyerahan aset dari developer apabila tersedia.

"Pemerintah Kota bersama BPN dapat memastikan status fasilitas umum tersebut. Yang terpenting, Ketua RT aktif menyampaikan usulan kepada DPRD maupun Pemerintah Kota agar bisa kami perjuangkan."


PDAM Jelaskan Kendala Distribusi Air

Menanggapi keluhan warga, Supervisor Customer Service Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Surya Hadi Prabowo menjelaskan bahwa Blok C berada pada elevasi yang lebih tinggi dibanding kawasan lainnya.

"Posisi Blok C memang berada di daerah yang lebih tinggi. Kami belum bisa menjanjikan pelayanan selama 24 jam. Perangkat yang ada bukan booster, melainkan alat pembagi tekanan. Karena faktor elevasi, air umumnya baru dapat mengalir secara optimal pada malam hingga dini hari," jelasnya.

Dialog berlangsung interaktif selama beberapa jam. Berbagai aspirasi masyarakat mengenai banjir, drainase, jalan lingkungan, penerangan jalan umum, pelayanan air bersih, jaringan listrik, hingga penataan fasilitas umum dicatat untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi DPRD Kota Balikpapan bersama Pemerintah Kota, instansi teknis, dan pihak pengembang.


Menutup kegiatan, H. Yono Suherman,S.T.,S.H. menegaskan bahwa dialog warga seperti ini akan terus dilakukan sebagai sarana membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, sehingga setiap persoalan yang muncul di lingkungan permukiman dapat diperjuangkan melalui mekanisme pemerintahan yang ada.
/*

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama